KESADARAN MAHASISWA POLNES DALAM MEMBUANG SAMPAH MASIH RENDAH!

Persoalan sampah di lingkungan Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) tampaknya menjadi isu yang tak pernah usai dibicarakan. Selama manusia melakukan aktivitas, produksi sampah akan terus berlangsung. Namun, yang menjadi persoalan utama adalah: apakah sampah itu sudah dibuang di tempat yang semestinya?

Faktanya, berdasarkan pengamatan saya, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat kurang di kalangan mahasiswa POLNES. Beberapa contoh nyata yang saya temukan di lingkungan kampus antara lain: sampah yang sengaja disembunyikan di dalam laci meja kelas, bekas makanan dan minuman yang ditinggalkan begitu saja di atas meja setelah makan, serta kondisi kantin dan area danau yang sering kali dipenuhi sampah berserakan. Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa masalah sampah bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal sikap dan kesadaran masing-masing individu.

Sudah saatnya kita kembali menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, dimulai dari tindakan paling mudah: membuang sampah pada tempatnya. Meski tampak sepele, kebiasaan ini mencerminkan sikap tanggung jawab dan kedewasaan seseorang terhadap ruang publik.

Sebagai bagian dari komunitas kampus, mahasiswa memiliki andil besar dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman. Ayo mulai dari diri sendiri. Temukan tempat sampah dan gunakan sebagaimana mestinya. Jika memang tidak tersedia, simpanlah sampah tersebut untuk sementara hingga menemukan tempat yang sesuai. Percayalah, lebih baik menyimpan sampah sejenak daripada menyimpan kenangan yang tidak layak dikenang.

Namun, tanggung jawab menjaga kebersihan tidak hanya dibebankan kepada mahasiswa. Seluruh unsur civitas akademika POLNES memiliki peran yang sama pentingnya. Pihak institusi bisa menetapkan aturan yang lebih tegas terkait kebersihan lingkungan, atau menyediakan lebih banyak fasilitas tempat sampah agar tidak lagi muncul alasan seperti “tidak ada tempat sampah di dekat saya.”

Tulisan ini bukan sekadar ajakan kosong, tetapi seruan nyata untuk direnungkan dan diwujudkan dalam tindakan. Mari tanamkan dalam benak kita bahwa satu sampah yang dibuang sembarangan bisa menimbulkan dampak besar bagi lingkungan kampus. Jika kita sudah membiasakan diri berperilaku bersih, maka langkah selanjutnya adalah mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Karena pada akhirnya, menjaga lingkungan adalah tugas kolektif kita bersama.

Sumber: Sudut Pandang Penulis

📝 Penulis: @andifitrin

Follow Us on Our Social Network:
📷Instagram: @ukmjurnalistik @lensapolnes__ @Ujurney_polnes
🎥Youtube: UKM Jurnalistik POLNES
✉Email: [email protected]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *