Samarinda, Rabu, 4 Febuari 2026 — Dalam dunia pendidikan tinggi, dosen memiliki peran strategis sebagai tenaga pendidik yang menentukan kualitas lulusan perguruan tinggi. Dosen tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing akademik yang membentuk pola pikir, etika, dan kompetensi mahasiswa. Oleh karena itu, profesionalisme dosen menjadi aspek yang tidak dapat ditawar.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua dosen menjalankan perannya sesuai dengan kredibilitas dan tanggung jawab profesinya. Berdasarkan pengalaman penulis sebagai mahasiswa, masih ditemukan praktik ketidakprofesionalan dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah dosen yang hanya mengandalkan tayangan video pembelajaran dari platform YouTube tanpa memberikan penjelasan lanjutan yang memadai. Metode ini dinilai kurang efektif dan berdampak pada rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan. Padahal, menjelaskan materi merupakan kewajiban dosen dan sekaligus hak yang harus diterima mahasiswa.

Selain itu, aspek penilaian juga menjadi persoalan serius. Idealnya, penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan partisipasi mahasiswa, tugas, serta hasil ujian. Namun, dalam praktiknya, masih ada dosen yang menggunakan standar penilaian subjektif. Kondisi ini berpotensi menciptakan ketidakadilan, di mana mahasiswa tertentu dianggap kurang berkontribusi, sementara mahasiswa lain yang sebenarnya memiliki potensi justru kurang mendapat perhatian.
Permasalahan tersebut menjadi semakin kompleks ketika terdapat dosen yang membawa persoalan pribadi mahasiswa ke dalam ruang kelas dan menyampaikannya di hadapan mahasiswa lain. Tindakan ini tidak hanya melanggar etika akademik, tetapi juga mencederai hak privasi mahasiswa dan menciptakan suasana belajar yang tidak kondusif.

Pada akhirnya, harapan mahasiswa sederhana namun esensial, yaitu memiliki dosen yang kompeten, profesional, dan beretika dalam menjalankan tugasnya. Dosen diharapkan mampu memberikan penilaian secara objektif, menjaga privasi mahasiswa, serta menjalankan peran utamanya sebagai pendidik yang mentransfer pengetahuan. Dengan demikian, ruang belajar yang sehat dapat tercipta dan kualitas lulusan perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan.
Sumber: Sitti Maulida Rahma, Amalia Tara Asya, Noor Nadila FItriyadi
●●●
👤 Admin: @herlitaadhalianf
Follow Us on Our Social Network :
📷Instagram: @ukmjurnalistik @lensapolnes_ @Ujurney_polnes
🎥Youtube: UKM Jurnalistik POLNES
✉Email: [email protected]
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
#mahasiswa #penulis #director #lensapolnes #mediakampus #polnes #jurnalistik #jurnalis #journalism #documentary




