Samarinda, 4 September 2025 – Program Studi Arsitektur Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) sukses menyelenggarakan pameran “Merangkai Ruang, Mendesain dengan Budaya” pada 28-30 Agustus 2025 di Samarinda Central Plaza (SCP). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Program Studi Arsitektur POLNES kepada masyarakat dan profesional.

Menurut Muhammad Rizal Zaenuri, Ketua Panitia Kegiatan, tujuan utama dari pameran ini adalah untuk meningkatkan eksistensi Arsitektur Polnes yang selama ini masih kurang dikenal dibandingkan dengan kampus-kampus lain.
“Kami ingin agar Arsitektur Polnes lebih dikenal, tidak hanya di lingkungan mahasiswa, tetapi juga di kalangan masyarakat umum dan profesional. Harapannya, mahasiswa juga bisa mendapatkan proyek lebih awal dari sana,” jelasnya.

Pameran ini mengusung tema besar “Merangkai Ruang, Mendesain dengan Budaya”, dan menampilkan berbagai karya mahasiswa dari semester 1 hingga semester 8, termasuk tugas kuliah, proyek magang, dan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Karya yang dipamerkan terdiri atas maket, gambar tangan, lukisan, animasi, hingga model bangunan. Ada tiga gaya arsitektur utama yang diangkat dalam pameran ini, yaitu: Tradisional, Modern, dan Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Muhammad Rizal Zaenuri menambahkan bahwa gaya arsitektur tradisional memiliki pesan khusus, mengingat masih minimnya pembangunan di Samarinda yang mengusung unsur budaya lokal. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang kini mendorong hadirnya elemen budaya dalam desain bangunan.
“Bangunan di Samarinda kebanyakan sudah megah, tapi kurang menonjolkan unsur tradisional. Padahal, sekarang sudah ada aturan pemerintah yang mewajibkan bangunan memiliki nuansa etnis atau tradisional, seperti ukiran atau ornamen khas,” ujarnya.

Seluruh karya yang dipamerkan telah melalui proses seleksi ketat oleh para dosen. Dukungan dari pihak jurusan dan para dosen pun sangat besar terhadap kegiatan ini. Selain memberikan sumbangan, para dosen juga mendukung melalui pembelian merchandise seperti kaos dan mug yang dijual oleh panitia sebagai bagian dari pendanaan acara.
Pameran tahun ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar kampus.
“Ini adalah event tahunan besar kami. Biasanya hanya diadakan di dalam kampus, dan ini pertama kalinya kami tampil di luar. Karena itu, dukungan dari para dosen sangat luar biasa,” tambah Muhammad Rizal Zaenuri.
Sumber: Selaku Ketua Panitia, Muhammad Rizal Zaenuri.
🎙 Reporter: @bdyaah_dst
📷 Fotografi: @ehnaswa
Follow Us on Our Social Network:
📷Instagram: @ukmjurnalistik @lensapolnes__ @Ujurney_polnes
🎥Youtube: UKM Jurnalistik POLNES
✉Email: [email protected]




