Samarinda, 27 Maret 2026 — Arus balik Lebaran 2026 di Samarinda masih menunjukkan intensitas yang cukup tinggi hingga beberapa hari setelah puncak perayaan. Kondisi ini terlihat di Terminal Lempake, Jalan D.I Panjaitan, yang masih dipadati penumpang hingga H+5 Lebaran.
Tingginya mobilitas masyarakat menandakan bahwa aktivitas perjalanan belum sepenuhnya mereda, meskipun masa libur resmi telah berakhir. Banyak penumpang yang kembali ke kota tujuan untuk melanjutkan pekerjaan maupun aktivitas pendidikan.

Berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terasa sejak hari ketiga Lebaran. Petugas administrasi Dishub Kaltim di Terminal Lempake, Evi Sinaga, mengatakan bahwa lonjakan terjadi secara bertahap.
“Lonjakan mulai terasa di hari ketiga. Hari pertama kosong, hari kedua sudah ada tapi belum banyak, sekarang sudah mulai ramai,” ujarnya.
Meski jumlah penumpang meningkat, tarif bus antar kota dipastikan tetap normal selama periode Lebaran. Hal ini karena tarif telah diatur dalam peraturan daerah (Perda), sehingga operator tidak dapat menaikkan harga secara sepihak.

“Harga bus tidak ada kenaikan, tetap normal karena semua sudah diatur dalam Perda. Jadi kami tidak bisa menaikkan tarif sendiri,” jelas Evi.
Di sisi lain, ketersediaan armada masih menjadi perhatian. Saat ini terdapat lebih dari 20 unit bus yang melayani rute dari Samarinda menuju Bontang dan Sangatta. Namun, armada tersebut tidak seluruhnya berada di terminal karena sistem operasional yang tersebar di beberapa wilayah.
“Totalnya ada 20 lebih bus, semuanya beroperasi, tapi memang terbagi di beberapa lokasi, tidak semuanya standby di sini,” tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun arus balik masih tinggi, pengelolaan transportasi perlu terus diperkuat, terutama dalam hal kesiapan armada dan distribusinya. Jika terjadi kekurangan, pihak terminal dapat berkoordinasi dengan perusahaan otobus lain seperti DAMRI untuk membantu memenuhi kebutuhan penumpang.

Secara umum, arus balik Lebaran tidak hanya soal peningkatan jumlah penumpang, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan publik. Kenyamanan, kepastian jadwal, serta keselamatan perjalanan menjadi hal penting yang harus terus dijaga.
Karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan. Mulai dari pengaturan jadwal yang lebih efektif, peningkatan koordinasi antar operator, hingga perbaikan sistem pelayanan di terminal perlu menjadi perhatian ke depan.
Dengan pengelolaan yang lebih matang, arus balik Lebaran di Terminal Lempake diharapkan tidak lagi menjadi rutinitas tahunan yang penuh kepadatan, melainkan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Sumber: Petugas administrasi Dishub Kaltim di Terminal Lempake Evi Sinaga, dikutip dari insitekaltim.com, rri.co.id dan antaranews.com
👤 Admin: @herlitaadhalianf
🎙 Reporter: @alisyanurhfiza
📷 Fotografi: –
Follow Us on Our Social Network :
📷Instagram: @ukmjurnalistik @lensapolnes_ @Ujurney_polnes
🎥Youtube: UKM Jurnalistik POLNES
✉Email: [email protected]
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
#mahasiswa #penulis #director #lensapolnes #mediakampus #polnes #jurnalistik #jurnalis #journalism #documentary




