Samarinda, 11 September 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) menyampaikan rasa kecewa dan kekesalannya terhadap keputusan sepihak yang diambil oleh Jenderal Lapangan (Jendlap) terkait pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial bersama Polresta Samarinda pada tanggal 11 September 2025.

Selain BEM POLNES, BEM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (POLITANI) dan BEM Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI) juga menyatakan penolakan terhadap kegiatan tersebut. Mereka menilai bahwa gerakan mahasiswa tidak seharusnya “dibeli” dengan kegiatan seperti Bakti Sosial, yang dinilai mereduksi esensi perjuangan. Mereka khawatir kegiatan tersebut dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa di masa depan, khususnya dari kalangan Aliansi Mahasiswa Daerah Samarinda Seberang.

Atas dasar itu, ketiga BEM tersebut BEM POLNES, BEM POLITANI, dan BEM UINSI dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak pernah terlibat dan menjadi bagian dari langkah perangkat aksi Aliansi Mahakam dalam kegiatan Bakti Sosial bersama Polresta Samarinda pada Kamis, 11 September 2025. ketiga BEM mahasiswa ini merasa sangat kecewa dengan tindakan Jenderal Lapangan yang membawa nama Aliansi Mahakam dalam agenda tersebut, dianggap mencederai marwah gerakan mahasiswa dan melemahkan gelombang perjuangan yang tengah dibangun setelah aksi sebelumnya.

Reza Dwi Saputra, Presiden BEM (Presbem) POLNES, menyampaikan rasa kecewanya terhadap keputusan Jendlap yang dianggap tidak melalui proses komunikasi yang baik dengan seluruh elemen gerakan. “Saya kecewa. Kalau saya boleh marah, ya saya sangat marah. Saya heran dengan apa yang dilakukan oleh Jendlap tidak ada runtutan aksi yang jelas, komunikasi pun tidak dibangun. Saya sudah tanyakan ke rekan-rekan saya, mereka juga tidak tahu-menahu. Di mana komunikasinya? Seharusnya sebagai Jendlap, bisa lebih terbuka dalam setiap pergerakan aksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presbem Reza juga menanggapi tindakan empat orang pelaku Bom Molotov yang dianggap tidak berpengaruh dalam gerakan mahasiswa secara keseluruhan “Empat orang itu tidak berpengaruh dalam gerakan. Apa yang mereka lakukan adalah kesalahan pribadi, bukan keputusan kolektif dari aliansi. Bahkan jika ada yang tidak mengenakan almamater artinya mereka bukan bagian dari massa aksi kita kan, apalagi jika tindakannya anarkis dan membahayakan, kami juga meminta untuk jendlap segera melakukan penyegaran ulang secepatnya” tambahnya
Sumber: Reza Dwi Saputra Presiden BEM POLNES
●●●
🎙 Reporter: @d.kaae @aslatir_3
💻 Editor: @mhmmd.n.abdi_27
Follow Us on Our Social Network :
📷Instagram: @ukmjurnalistik @lensapolnes_ @Ujurney_polnes
🎥Youtube: UKM Jurnalistik POLNES
✉Email: [email protected]




