MASIH MENUNGGU KEPUTUSAN PUSAT, APAKAH BANTUAN DANA ORMAWA AKAN TETAP ADA?

Samarinda, 21 April 2025 — Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan audiensi dengan pihak birokrasi kampus guna mempertanyakan kejelasan pendanaan bantuan dana bagi Organisasi Mahasiswa (ORMAWA). Dana tersebut diperkirakan terdampak kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat.

Diketahui, pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) atau dana inventaris diprediksi mengalami pemangkasan hingga 90 persen. Hingga saat ini, pencairan dana dari pusat masih ditunggu untuk kebutuhan administrasi, akademik, maupun organisasi. Jumlah yang akan diterima kemungkinan besar akan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berarti tidak semua pengajuan akan terpenuhi, dan pengadaan akan diprioritaskan berdasarkan urgensi kebutuhan masing-masing ORMAWA.

Meski demikian, pihak keuangan menyatakan bahwa ORMAWA masih diperbolehkan mencantumkan kebutuhan ATK dalam proposal kegiatan maupun laporan pertanggungjawaban (LPJ). Namun, pengajuan anggaran untuk banner wajib dimasukkan ke dalam komponen ATK.

“Realisasi pengadaan bantuan dana belum dapat dipastikan, karena masih menunggu keputusan dan kebijakan dari pemerintah pusat. Namun, pihak birokrasi akan terus mengupayakan agar dana tersebut tetap tersedia, bahkan jika baru bisa dicairkan di akhir periode,” ujar Muhammad Ali Shodiq, Ketua Umum DPM POLNES periode 2024/2025.

Sementara itu, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ir. Suparno, S.T., M.T., IPM., memastikan bahwa ORMAWA tetap mendapat dukungan dana tahunan sebesar Rp14 juta, yang sudah tersedia sejak awal tahun. Kendati begitu, penggunaan dana tersebut masih menghadapi kendala administratif.

Ir. Suparno juga menyampaikan bahwa tambahan dana sebesar 1 juta Rupiah akan diberikan secara khusus untuk kebutuhan ATK, menggantikan pos anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk sekretariat. Dengan demikian, total dana yang tersedia untuk setiap ORMAWA menjadi 15 juta rupiah. Namun, dana tersebut tidak dapat digunakan untuk pengembangan fisik sekretariat. Meski begitu, pengajuan perbaikan sekretariat masih memungkinkan dan dapat diajukan melalui bagian Rumah Tangga Kampus.

Untuk proses pencairan dana, ORMAWA diminta menyusun proposal kegiatan dan menyerahkannya terlebih dahulu kepada staf administrasi, Khairunnisa atau Nisa Nur Rohmi, sebelum diteruskan kepada Wakil Direktur III.

Lebih lanjut, Ir. Suparno berharap agar seluruh ORMAWA memahami kondisi efisiensi nasional yang berdampak pada pendanaan institusi. Ia menegaskan bahwa kegiatan kemahasiswaan tetap menjadi prioritas, namun juga mendorong ORMAWA untuk mulai aktif menggali peluang pendanaan eksternal melalui sponsor guna menjaga keberlangsungan program kerja secara kreatif dan mandiri.

Sumber: Muhammad Ali Shodiq selaku Ketua Umum DPM POLNES periode 2024/2025 dan Ir. Suparno, S.T., M.T., IPM selaku Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

🎙 Reporter: @mraihankamil_ @d.kaae
📷 Fotografi: @aslatir_3

Follow Us on Our Social Network:
📷Instagram: @ukmjurnalistik @lensapolnes__ @Ujurney_polnes
🎥Youtube: UKM Jurnalistik POLNES
✉Email: [email protected]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *