Samarinda, 25 Juli 2025 – Bukan pahatan batu, melainkan ukiran prestasi melalui pena, pengetahuan, dan semangat mahasiswa. Juara pertama telah diraih oleh tiga mahasiswa POLNES dalam Kompetisi Esai Nasional di Musyawarah Nasional V PERMADANI DIKSI KIP-K Nasional. Tentunya, dengan kemenangan para mahasiswa tersebut dapat membuat nama kampus hijau ini semakin harum di tingkat nasional.

Amalia Rizki, Ghina Novialita, dan Yunita Ayu Purnamasari, mahasiswa Jurusan Akuntansi dari Politeknik Negeri Samarinda, telah berhasil memenangkan kompetisi esai nasional bertempat di Universitas Pasundan, Bandung. Acara berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juli 2025. Bertemakan mengenai pendidikan, judul esai mereka adalah “Analisis Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Mendorong Pendidikan Inklusif: Studi Kasus Beasiswa KMB oleh KAMADIKSI”.

Di balik keberhasilan itu, mereka memiliki semangat untuk meraih prestasi, meskipun terbilang mahasiswa baru. Motivasi utama yang dimiliki mereka dalam menghadapi kompetisi esai tersebut. Mencoba hal-hal baru dan mengenalkan almamater POLNES ke tingkat nasional menjadi dorongan besar dalam mengikuti kompetisi esai tersebut. Tidak juga ingin dipandang sebelah mata sebagai penerima bantuan KIP, para mahasiswa ini mencoba menunjukkan kepada khalayak umum bahwa mereka dapat meraih sebuah prestasi yang membanggakan.

Keterbatasan waktu menjadi tantangan terbesar yang dialami oleh Amalia, Ghina, dan Yunita. “Keterbatasan waktu merupakan tantangan terbesar kami karena kami mengetahui lomba esai ini ketika telah mendekati deadline,” ujar Ghina Novialita. Hanya dalam dua hari sebelum tenggat waktu pengumpulan esai, mereka mampu menyelesaikan esai tersebut tanpa adanya bantuan dari pihak mana pun. Tentunya, perasaan senang menyelimuti mereka karena mampu membawa gelar juara satu ke Kalimantan. Di antara para mahasiswa dari universitas, merekalah satu-satunya mahasiswa dari politeknik. Bahkan satu-satunya tim yang beranggotakan mahasiswa semester dua yang terbilang masih mahasiswa baru di antara tim yang lain.
“Dari tulisan esai sendiri, program kerja KMB ini sudah berjalan dari 2017–2025. Program ini bukanlah inovasi yang baru dijalankan, melainkan program yang sudah lama dijalankan. Kami ingin mengenalkan kepada kampus lain untuk mengikuti atau mengadopsi program yang serupa. Kami juga yakin bahwa presentasi kami yang terbaik karena kami sudah latihan, latihan, dan latihan,” ujar Amalia Rizki, salah satu juara esai nasional.

Jangan cepat puas adalah pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman lomba perdana Amalia, Ghina, dan Yunita. Sharing seputar kampus, menjalin relasi, dan memperkuat hubungan yang baik antara kampus merupakan pelajaran yang didapatkan selama mengikuti kompetisi esai ini.
“Buat mahasiswa baru nih, jangan merasa kalah dengan kakak-kakak tingkatnya. Kita ini harus membuktikan, walaupun kita ini masih mahasiswa baru, kita juga bisa. Bahkan mampu untuk bersaing dengan kampus lain. Tetap semangat dan yakinkan diri. Harapannya teman-teman yang lain mampu termotivasi dan semangat untuk mengikuti lomba meskipun mahasiswa baru,” Yunita Ayu Purnamasari, salah satu juara esai nasional.
Sumber: Amalia Rizki, Ghina Novialita, dan Yunita Ayu Purnamasari selaku Peserta & Pemenang
●●●
🎙 Reporter: @presdir_zenka
📷 Fotografi: @dndtrmtazt_
Follow Us on Our Social Network:
📷Instagram: @ukmjurnalistik @lensapolnes__ @Ujurney_polnes
🎥Youtube: UKM Jurnalistik POLNES
✉Email: [email protected]




