Samarinda, 23 Februari 2026 – Sejumlah mahasiswa di Kalimantan Timur yang tergabung dalam Aliansi Geram (Gerakan Rakyat Menggugat) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “1 Tahun Disiksa Rudy Seno” di depan Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut transparansi dan pemerataan program bantuan pendidikan “GRATIS POL” yang dinilai belum berjalan sesuai janji pemerintah.

Koordinator Lapangan Aksi, Andreas Anggarius Lawe, menyampaikan terdapat tujuh poin tuntutan yang diajukan kepada pemerintah daerah. Salah satu poin yang disoroti adalah ketimpangan distribusi bantuan pendidikan yang dinilai belum merata di seluruh wilayah Kalimantan Timur. “Pemerintah sangat mesra bicara di media soal program ini, namun realita di lapangan sangat minim,” ujarnya saat menyampaikan orasi.
Koordinator Utama Aksi (Kormas), Muhammad Rangga Rabbani, turut menegaskan bahwa mahasiswa menuntut evaluasi total terhadap distribusi bantuan yang hingga kini belum memiliki kejelasan angka. “Sampai saat ini, tidak ada transparansi soal total anggaran dan berapa jumlah pasti mahasiswa yang menerima manfaat ‘GRATIS POL’ tersebut,” ujar Rangga.

Dalam tuntutannya, mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan krusial, di antaranya kendala administrasi yang dialami mahasiswa, khususnya di Universitas Mulawarman (UNMUL), di mana sejumlah pendaftar yang telah memenuhi persyaratan justru tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan.
Selain itu, minimnya pencairan dana bantuan disebut memaksa sebagian mahasiswa menalangi biaya pendidikan secara mandiri terlebih dahulu. Kondisi tersebut dinilai memberatkan, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Mahasiswa juga mengkritik kebijakan tersebut dengan menyebut fenomena ini sebagai “WALU POL”, istilah yang mereka gunakan untuk menggambarkan ketidakpuasan terhadap realisasi janji kampanye yang dianggap belum terpenuhi.

Sementara itu, Tim Kesehatan Aksi, Maizirul Razaq, menyampaikan massa mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk segera keluar dan berdiskusi secara terbuka dengan mahasiswa. Ia menyatakan mahasiswa berharap pemerintah tidak lagi bersembunyi di balik janji-janji di media dan segera memberikan solusi konkret bagi kesejahteraan pendidikan serta kesehatan masyarakat Kalimantan Timur.
Melalui aksi tersebut, Aliansi Geram berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program “GRATIS POL” agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh mahasiswa di Kalimantan Timur.
Sumber: Andreas Anggarius Lawe selaku Koordinator Lapangan Aksi, Muhammad Rangga Rabban selaku Koordinator Utama Aksi (Kormas), dan Maizirul Razaq selaku Tim Kesehatan Aksi
●●●
👤 Admin: @herlitaadhalianf
🎙 Reporter:@zakiuswaraziq
📷 Fotografi: @rhnnr.__
🎥Videografi: @fdrrside
Follow Us on Our Social Network :
📷Instagram:@ukmjurnalistik @lensapolnes_ @Ujurney_polnes
🎥Youtube: UKM Jurnalistik POLNES
✉Email: [email protected]
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
#mahasiswa #penulis #director #lensapolnes #mediakampus #polnes #jurnalistik #jurnalis #journalism #documentary




