Samarinda, 04 Juni 2025 – Mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) meraih prestasi di Hackathon Infinite Devfest 4.0 yang diselenggarakan pada 30-31 Mei 2025 di Gedung Auditorium Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan. Tercatat 7/14 tim yang berpartisipasi diantaranya berasal dari POLNES, salah satunya adalah Tim “ Automatic Essay Correction ” dan tim “Ngertiin” yang berhasil sebagai juara.

Tim “Ngertiin” yang digawangi oleh Vito Andareas Manik, Muhammad Alvin Nugraha, dan Farhan Dwi Hartanto, sukses meraih juara 3 berkat proyek inovatif mereka yang berfokus pada bidang edukasi. Ide mereka berangkat dari keinginan untuk membantu mahasiswa mengingat kembali materi pelajaran melalui pendekatan teknologi.

Proyek “Ngertiin” menghadirkan platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI). Setiap soal dalam aplikasi dihasilkan secara otomatis oleh AI berdasarkan materi yang diinput oleh pengguna. Selain sistem evaluasi untuk mendalami topik, aplikasi ini juga dilengkapi fitur multiplayer yang memungkinkan pengguna belajar bersama secara interaktif dan menyenangkan.

Dengan waktu pengerjaan yang hanya 24 jam, tim menghadapi tantangan besar dalam mengimplementasikan seluruh ide dan fitur yang dirancang. Beberapa fitur yang seharusnya menjadi bagian dari Minimum Viable Product (MVP) akhirnya harus dieliminasi karena keterbatasan waktu. Meski demikian, semangat kolaboratif dan kreativitas tinggi memungkinkan mereka menyelesaikan prototipe yang solid dan sesuai tema.
Di sisi lain, tim “Arjuna” yang beranggotakan Muhammad Rifqi Fayyadh, Baits Rika Saputra, dan Andika Handy Nugroho berhasil menjuarai lomba ini dengan Proyek “Automatic Essay Correction”. Proyek ini, dikembangkan sebagai solusi untuk membantu tenaga pendidik dalam mengoreksi esai siswa secara otomatis. Sistem ini dirancang agar proses penilaian menjadi lebih cepat dan objektif, sekaligus mengurangi subjektivitas dalam evaluasi tulisan. Kompetisi yang bertema Educational Technology ini menantang tim untuk menawarkan solusi digital bagi permasalahan di dunia pendidikan.

Motivasi masing-masing anggota tim “Arjuna” dalam mengikuti lomba sangat beragam. Rifqi tertarik karena memiliki passion di bidang teknologi, Baits ingin meningkatkan kemampuan teknisnya di bidang backend, dan Handy ingin mengembangkan keahlian di bidang frontend serta mencari pengalaman baru. Mereka juga menghadapi tantangan teknis, terutama dalam membangun model AI dan penggunaan Git sebagai alat kolaborasi.

Meskipun hanya terdapat satu kategori dalam kompetisi, yaitu Educational Technology, tim-tim dari POLNES mampu menonjol berkat pendekatan sistematis dan kolaborasi yang kuat. Para pemenang berharap agar mahasiswa, khususnya dari Teknik Informatika, lebih aktif mengikuti perkembangan teknologi, tidak malas belajar, serta terus mengasah kemampuan melalui latihan dan eksplorasi potensi diri. Mereka juga berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengikuti ajang-ajang kompetitif sebagai upaya meningkatkan kualitas dan pengalaman di bidang teknologi.
Sumber: Farhan Dwi Hartanto, Muhammad Alvin Nugraha, Muhammad Rifqi Fayyadh, Baits Rika Saputra, dan Andika Handy Nugroho Selaku Peserta.
🎙 Reporter: @zzrny__ @adriansh_
📷 Fotografi: @_naiiiii.17 @fauznhq
Follow Us on Our Social Network:
📷Instagram: @ukmjurnalistik @lensapolnes__ @Ujurney_polnes
🎥Youtube: UKM Jurnalistik POLNES
✉Email: [email protected]




